A.
LATAR BELAKANG
Pesatnya perkembangan Ilmu dan
Teknologi saat ini menimbulkan persaingan global yang semakin kompetitif.
Tingginya kualitas Sumber daya manusia negara- negara maju seakan memberi
signal bagi nergara-negara berkembang
agar waspada terhadap timbulnya imperialisme gaya baru. Sistem ekonomi
kapitalisme yang semakin mewabah terhadap negara-negara berkembang akan semakin
memeperuncing jurang perbedaan status sosial. Semua hal itu akan menjadi
permasalahan hidup bagi individu di masa yang akan datang bila tidak segera
meningkatkan kualitas diri.
Indonesia sebagai salah satu negara
berkembang tidak luput dari ancaman arus globalisasi tersebut. Saat ini masyarakat berlomba-lomba mempersiapakan
anak-anaknya agar memiliki bekal pendidikan yang mumpuni untuk menghadapi
tantangan hidup yang semakin berat. Sementara itu sebagian besar lembaga pendidikan belum mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas
dan mampu bersaing baik di tingkat regional maupun internasional.
Untuk menjawab permasalahan di atas
, maka diperlukan upaya yang terencana, sistematis dan intensif untuk dapat
menghasilkan SDM yang memenuhi kondisi tersebut. Pemerintah Republik Indonesia
melalui Dinas Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai
lembaga terkait peningkatan SDM telah menjalankan program-program dan kebijakan
yang mengacu pada peningkatan dan pengembangan Output dan Outcome
pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan Madrasah Aliyah berstandar
Nasional dan pengembangan sarana prasarana pendukung pembelajaran yang mampu
meningkatkan kemampuan lulusan dalam penguasaan IMTAQ dan IPTEK.
Implementasi program peningkatan
kualitas SDM yaitu melalui penyusunan kurikulum Pendidikan yang tepat
untuk tingkat dasar dan menengah.
Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai kurikulum yang berlaku untuk
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sedangkan mata pelajaran agama untuk Madrasah Aliyah mengacu pada Permenag
nomor 2 tahun 2008. Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta
berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
(BSNP).
Pengembangan kurikulum disusun
antara lain agar dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk :
(a) belajar untuk beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
(b) belajar tuk memahami dan
mengahayti,
(c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif
(d) belajar untuk hidup bersama dan
berguna untuk orang lain, dan
(e) belajar untuk membangun dan
menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwakarta sebagai
salah satu lembaga pendidikan formal
tingkat menengah memiliki komitmen kuat untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkulaitas.
Kurikulum yang memadukan pengetahuan umum dan keagamaan mengisyaratkan
pendidikan yang berorientasi kepada terciptanya peserta didik yang tidak hanya
menguasai IPTEK tetapi juga berakhlak mulia.
Kabupaten
Purwakarta yang menjelma menjadi sentra
industri baik rumah tangga, pabrik dan garmen, membuka peluang bagi MAN
Purwakarta untuk mengembangkan kurikulum yang match dengan lingkungan. Sebagai implementasinya MAN Purwakarta mengembangkan mata pelajaran
keterampilan menjadi tata busana dan keterampilan tangan (acrylic) serta
pembekalan dalam manajerial. Penguasaan komputer
baik hardware maupun software juga menjadi program yang
ditekankan untuk dikembangkan.
Melalui
program-program unggulan yang dikembangkan semoga MAN Purwakarta menjadi
Sekolah yang mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan mampu
menjawab tantangan dimasa yang akan datang.